Resolusi 2016





family

Walau trisemester awal 2016 udah mau berakhir, ga ada salahnya dong kalau saya nulis resolusi di tahun 2016 *alibi *udah iyain ajah. Di tahun 2015, alhamdulillahnya ada beberapa resolusi yang tercapai dan bisa saya jalani dengan baik. Ada beberapa hal juga yang yaaa gitu deh. Tapi gak papa, itu jadi bahan evaluasi buat saya di tahun berikutnya.

Di tahun 2016 ini saya mempunyai beberapa harapan yang idealnya harus saya lakukan di jauh - jauh hari, tepatnya sebelum saya menikah dan mempunyai anak. Agak menyesal sih, tapi lebih baik telat kan daripada engga sama sekali. 



1. Bisa mengatur keuangan dengan baik


Saya termasuk yang senang baca hal - hal yang berhubungan dengan mengatur uang, termasuk salah satu penikmat buku dan twitternya mba Ligwina dan rajin baca ulasan artikel dari Live Olive.  Sebenernya tahun kemarin itu, walau banyak sabotase dari saya (bahasa sundanya, dicoceng ;p) tapi alhamdulillah masih bisa bayar DP ke developer walau akhirnya dicancel, ada simpanan buat pindahan ke depok dan bayar rawat inap Harumi. Tahun ini, nawaitunya, pengen lebih disiplin nabung dan ngikutin anggaran keuangan yang tiap bulan selalu dibuat. 

2. Rutin olahraga


Jujur ya, merutinkan diri untuk olahraga itu agak susah, hahaha. Setiap hari saya benar - benar stay di rumah, kerja, ngurus anak, dll. Bener - bener susah nemu waktu yang cocok (dibaca: alesan). Tahun sebelumnya, saya sempat rutin squat selama 3 bulan, sempat juga iseng ikut temen di kantor sebelumnya untuk zumba dan aerobik, tapi itu cuma euforia dan ikut eksis aja, selanjutnya lupa dan malas, hahaha. Sekarang, mau ga mau harus dipaksakan supaya ga gampang sakit. Apalagi kalau lagi sakit saya suka riweuh (repot). 

3. Jaga pola makan


Jika dihitung - hitung pakai kalkulator BMI, saya termasuk dalam kategori underweight. Diakui, kadang saya lupa makan kalau lagi kerja dan stress. Mungkin Abi harus mengingatkan ketika jam makan *lirik abi.

4. Lebih telaten merawat kulit


Semenjak pindah ke Depok, kulit saya jadi agak rewel. Padahal ketika di Bandung setahun kemarin, saya merasa kondisi kulit sedang bagus - bagusnya. Mungkin karena perbedaan cuaca yang mencolok dari Bandung ke Depok. Begitu pindah, gampang banget muncul whitehead di sekitar pipi dan dahi. Kulit yang sebelumnya normal to dry berubah jadi kombinasi oily and dry plus dehidrasi, persis ketika SMP dulu. Saya jadi agak parno dan uring - uringan sendiri. 

Kesini - kesininya, saya mulai tertarik untuk berinvestasi buat kulit melalui skincare. Walaupun usia masih dalam kategori muda, ga ada salahnya kan, apalagi melihat kondisi dan gaya hidup saya yang sudah punya anak, sering bergadang, stress dll. Seperti kata Lady Hirons di blognya, 

"If you would spend more on shoes, handbags, lipstick, jeans or fashion in general than you would on high quality skincare - you will be a sixty year old woman (and man) with a vintage wardrobe and a face like an alligator."

www.febifebriany.com


No comments

Terima Kasih telah membaca. Boleh banget lho kalau mau tinggalkan komentar, gratis, gak dipungut biaya. Untuk saat ini, komentar dimoderasi. So, komentar spam, link hidup, atau komen gak santai, otomatis terhapus. Ditunggu kunjungannya kembali XOXO.