TENTANG EXFOLIATE YANG PERLU DIKETAHUI

tentang-exfoliate-yang-perlu-diketahui


Sudah coba bermacam-macam produk skin care tapi ngerasa tidak ngefek sama sekali. Mahal-mahal beli skin care, tapi kulit ko belum sekinclong Song hye gyo, Jun Ji hyun atau Susan Bachtiar? Jangan-jangan sel kulit mati kamu numpuk karena tidak rutin exfoliate. 


Exfoliate adalah proses pengelupasan sel kulit mati dari permukaan kulit. Kenapa kita perlu exfoliate? Sel kulit memiliki kemampuan beregenerasi terus menerus setiap harinya. Normalnya, sel kulit mati berganti sekitar setiap 2 minggu sampai 28 hari. Tapi, pergantiannya tidak selalu teratur dan bisa jadi lebih lambat dari seharusnya. Beberapa faktor membuat kemampuan kulit untuk beregenerasi melambat atau tidak sempurna/merata diantaranya:


- paparan sinar matahari, 
- dry dan oily skin, 
- aging, dll. 

Menumpuknya sel kulit mati, menyebabkan kulit terlihat kusam, bersisik, warna kulit tidak merata, muncul blackhead whitehead dan bintik hitam. Dengan melakukan exfoliation secara benar, kulit akan terlihat lebih bersih, glowing dan *uhuk* awet muda.

Bingung bagaimana memilih metode exfoliate yang pas untuk rutinitas merawat kulit? Kali ini saya coba kupas satu persatu!

Setidaknya, exfoliate dibagi menjadi 2 tipe, physical dan chemical. 

1. Physical/ Mechanical exfoliate

Exfoliate jenis ini yang banyak beredar dan paling sering digunakan orang orang. Cara kerjanya, sel kulit mati dibersihkan dengan bantuan alat atau produk sejenis scrub. Mirip mirip kaya kusen yang lagi diamplas.

Microdermabrasion merupakan salah satu contoh cara physical exfoliation yang dilakukan tenaga ahli.


Contoh produk yang mengandung physical exfoliate: 


- Scrub 
Berbentuk butiran kasar/halus (beads). Tidak direkomendasikan untuk kulit yang sensitif. Sangat rentan overexfoliate dengan melakukan scrubbing terlalu sering dan kasar.


Seringkali butiran butiran ini dimasukan ke produk cleanser. Saya sih kurang ngerekomendasiin produk cleanser yang mengandung beads. Kesannya memang multitasking cleanser, clean iya dan exfoliate juga. Mungkin bisa digunakan, tapi selang seling, tidak bisa tiap hari, tidak bisa juga dibarengi sama exfoliate product yang lain.


Jenis produk ini terutama yang microbeads lumayan jadi kontroversi di luaran sana. Bahkan sampe dibanned pemerintah US. 


- Peeling gels 
Salah satu jenis physical expoliation yang paling gentle. Biasanya berbentuk gel atau liquid yang bisa mengangkat sel kulit mati ketika digosokan ke wajah. Begitu digosokan, keliatan residu peelingnya nyatu sama daki sel kulit mati.


- DIY
Kalau pun memilih untuk berphysical exfo, saya lebih ngerekomendasiin bikin sendiri  dari bahan bahan yang ada di dapur. Misalnya dari oatmeal(paling gentle, one of my favorite), kopi, baking soda, gula dan garam.


- Tools
Banyak banget alat yang bisa digunakan buat physical exfoliation. Bisa dipakai stand alone atau digabung dengan facial cleanser. Beberapa diantaranya, washlap, konjac sponge, brushes, clarisonic, dll.


2. Chemical exfoliate

Biasanya berbentuk cair. Tidak perlu digosok gosok kaya pakai physical exfoliate karena mengandung bahan kimia yang bisa mengangkat sel kulit mati. Cara kerja chemical exfoliate biasanya dengan menormalkan pergantian sel atau membantu melepaskan "lem" yang merekat sel kulit mati dengan permukaan kulit. Jenis exfoliation ini katanya bekerja lebih baik dibanding physical exfoliate.


Bahan kimiawi yang terdapat di chemical exfo product:

- AHAs (Alpha Hydroxy Acids)

Ingredients : glycolic acid, lactic acid, and mandelic acid. Cocok untuk kulit kering.

- BHAs (Beta Hydroxy Acids)

Ingredients yang biasa digunakan di skincare yaitu salicylic acid. Salicylic acid biasa terdapat di produk yang diperuntukan untuk kulit berminyak, komedo, dll.

- PHAs (Poly hydroxy acids) 

PHAs lebih lembut dibanding AHAs and BHA, sangat direkomendasikan untuk pemula. 

Perhatikan pH product


Salah satu yang harus diperhatikan saat memilih chemical exfoliate product itu pH. Jika pH terlalu tinggi, acid tidak akan berpenetrasi ke kulit dengan baik, jika pH terlalu rendah, maka rentan iritasi. 
AHAs: pH kurang dari 4, dengan kandungan aktif 4-10%
BHAs: pH kurang 3.5, dengan kandungan aktif 1-2%

Jenis Chemical Exfoliate dan cara pakainya


- Acid Toner

Digunakan setelah cleansing. Biasanya dibarengi dengan hydrating toner. Fungsinya untuk exfoliate ringan setiap hari. 


Saya biasanya pakai toner yang kandungan acidnya mild seperti benton aloe bha toner di pagi dan malam hari. Kadang saya juga pakai yang kadang acidnya lebih canggih macam pixy glow tonic seminggu 3 kali di malam hari buat menghindari over exfo.

Baca juga: Haruskah Double Cleansing?

- Exfoliating Treatment
Termasuk perawatan mingguan, tidak bisa dipakai rutin seperti acid toner. Biasanya, kalo lagi pakai exfo treatment, usahakan tidak digabung produk exfo lain.


Hati hati Over Exfoliate

Melakukan exfoliate harus hati-hati. Seringkali karena "ingin kinclong" kita berlebihan berexfoliate. 

Dulu, kulit saya tergolong yang berminyak-banget plus beruntusan *karena puber juga*. Bahkan kondisi muka sempet jadi bahan bully temen sekolah. Dari situ mulai icip product scrub dan peeling. Karena tidak tertib cara pakainya, bukan dapet hasil yang wah, kulit malah jadi kering, iritasi, ngelupas dibeberapa bagian, dan muncul jerawat. 

Walaupun chemical exfo lebih aman dibanding physical, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berexfoliating
1. Jangan menggabungkan dua produk exfo dalam skincare regime di satu hari
2. Selalu pakai hydrating toner setelah melakukan exfoliation
3. Jika baru menggunakan acid toner, mulai dengan yang paling ringan
4. Stop product jika sudah muncul tanda tanda over exfoliate, seperti : kulit memerah, mengelupas, muncul jerawat.

www.febifebriany.com



11 comments

  1. Aku dulu cuma tau kali bersihin wajah itu facial, mba. Gataunya bisa sendiri ya? Duh gimana ini wajahku udh off dr facial lama bangeett. Bisa lah intip skin care

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya bisa ko perawatan sendiri. sekarang udah banyak produk skincare bagus yang beredar di pasaran ;)

      Delete
  2. Tipe kulit kita sama mba, berminyak.
    Lama nggak pake exfoliate karena terakhir pake kulit jadi memerah.
    Apa karena over ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake produk exfoliate yang mana mba? scrub? peeling atau acid toner?
      cara pakenya gimana? seberapa sering pake produk tsb?
      kalo udah memerah, kulit ketarik tarik, biasa tanda tanda mau over exfo

      Delete
  3. Wah..saya udah lama banget gak facial. Kebayang ini kulit mati, kayaknya udah numpuk di muka .. he..he..
    Ternyata kalo berlebihan juga, gak baik ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. exfoliate penting, tapi sesuai porsinya :)
      segala yang berlebihan emang ga baik mba

      Delete
  4. Whoaaa,
    Baru tau nih info-info tentang Exfoliate !!
    Anyway blog-nya keren mbaa!! :)
    Ayo ayo meet up di Jakartaa hahaha

    ReplyDelete
  5. waaa waaa, didatengin megan >.< *tutup muka*
    makasih, aku juga pengen belajar banyak soal nulis menulis dari megan
    ayok ah kapan meet up?

    ReplyDelete
  6. Kulitku berminyak, tapi sejak hamil gak pernah pake produk apa-apa, sampai saat ini

    ReplyDelete
  7. Kalau over exfo karna exfoliating toner lebih baik di stop dulu/di seling?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, imho lebih baik distop dulu dan kembali ke basic skincare. Ada di post saya yang terbaru :)

      Delete

Terima Kasih telah membaca. Boleh banget lho kalau mau tinggalkan komentar, gratis, gak dipungut biaya. Untuk saat ini, komentar dimoderasi. So, komentar spam, link hidup, atau komen gak santai, otomatis terhapus. Ditunggu kunjungannya kembali XOXO.