TIPS AMAN NAIK COMMUTER LINE BAGI IBU HAMIL DI JAM SIBUK

tips-aman-naik-commuter-line-di-jam-sibuk-bagi-ibu-hamil


Tadinya mau ala ala mom blogger gitu nyeritain perkembangan kehamilan tiap minggu. Tapi karena ga sempet, jadinya saya mau cerita pengalaman berangkat dan pulang kerja menggunakan Commuter Line ketika hamil.

Karena saat ini tinggal di Depok, untuk sampai ke tempat kerja di Sudirman Jekardah sana, opsi paling cepat dan murah ya naik Commuter Line
Jangan tanya nyaman atau engga, video ini udah cukup menggambarkan bagaimana chaosnya para angker alias rombongan kereta saat jam sibuk.


"lah terus nasibnya bumi gimana dong?"
Kalo boleh cerita dikit, di trisemester awal kehamilan itu saya ga ngeh kalo memang sedang mengandung anak kedua. Masih tetep berangkat dan pulang naik Commuter line, berdiri desak - desakan seperti video diatas. 

Makin lama mungkin badan ga sesetrong kalo ga hamil, puncaknya waktu kereta berhenti tiba - tiba karena rel patah di pasar minggu. Lama banget stuck di dalem gerbong perempuan yang makin chaos, akhirnya ga kuat, pingsan deh. Darisana ketauan kalo ternyata saya sedang hamil 7 minggu. 

Di trisemester awal kehamilan, naik Commuter Line lebih banyak dramanya, terutama ketika minta tempat duduk. Ketika minta tempat duduk, pasti yang pertama dilihat perut yang masih flat. Sering banget disindir, "Ini beneran hamil atau emang ngemodus biar dapet tempat duduk aja".  

*langsung baper*


Alhamdulillah sekarang udah mulai terbiasa pergi pulang naik Commuter Line saat kondisi hamil. Apalagi saat ini udah mau masuk 7 bulan. Nikmat terbesar ibu hamil yang naik Commuter Line atau kendaraan umum salah satunya, udah mulai keliatan perutnya dari luar.*imho*


tips-aman-naik-commuter-line-di-jam-kerja-bagi-ibu-hamil

Kali ini saya mau bagikan tips pengalaman saya ketika hamil berpergian di jam kerja menggunakan Commuter Line.


Tau jadwal


Walaupun jadwal nya ga selalu on time, tapi setidaknya kita bisa memperkirakan "sekitar" jam berapa kereta akan tiba ke stasiun. Jadi ga nunggu terlalu lama. 

Kita juga harus tau di jadwal jam berapa kereta biasanya penuh dan "masih ada celah". Jika kereta terlalu padat, lebih baik nunggu kereta yang setelahnya. Untuk yang turun di Stasiun Tebet dan Cawang (Genk Kuningan dan Cawang) sebaiknya menunggu jadwal Commuter line pemberangkatan dari Depok ke Kota yang sekitar pukul 6.42 atau pemberangkatan dari Depok ke Jatinegara sekitar pukul 7.10. Karena tidak akan sepadat pemberangkatan dari Stasiun Bogor.


Tau update kondisi Commuter line


Di twitter, beberapa akun selalu update mengabarkan kondisi Commuter Line, seperti @Commuterline, @CurhatKRL, @KRLmania, dll. Pastikan kereta yang akan dinaiki tidak ada gangguan, masalah atau keterlambatan. Biasanya kalo terjadi hal tsb, calon penumpang akan numpuk di stasiun. 

Saya pernah banget karena ga tau ada masalah di stasiun sebelumnya, tetap ikut antri dan akhirnya terdorong masuk gerbong. Ternyata di dalam, penumpangnya sudah numpuk banget. Ketika minta sedikit celah supaya bisa jalan sampai ke kursi prioritas karena hamil. Sontak hampir seluruh isi gerbong yang isinya ibu ibu menyoraki dan ngata - ngatai saya "ga sayang sama bayinya" lah endebre endebre. 

Makanya, selalu update kondisi, jika ada gangguan, lebih baik menunggu atau keluar cari alternatif angkutan lain. Jangan lupa ijin masuk telat ke atasan masing - masing.


Siapkan alat tempur


Sebelum melakukan perjalanan, jangan lupa membawa perlengkapan yang mungkin dibutuhkan, terutama bagi yang sedang masanya morning sickness, seperti tisu, minyak kayu putih, air minum atau sari buah, dan permen. Sebaiknya gunakan juga masker dan bawa wewangian di dalam gerbong untuk melindungi dari bebauan yang ga jelas dan jaga jaga jika ketiduran di dalam kereta *iykwim*

Bagi ibu hamil yang masih trisemester awal, lebih baik membawa juga buku atau majalah tentang kehamilan. Selain untuk menambah informasi seputar kehamilan, buku tersebut bisa dijadikan "alat" agar dipercaya kalo kita beneran hamil. 


Antri di pintu peron yang dekat kursi prioritas


Seperti yang diketahui bersama, PT. KAI menyediakan tempat duduk prioritas di tiap sudut gerbong Commuter Line. Makanya, supaya tidak terlalu berdesak - desakan untuk dapat tempat duduk, antrilah di depan pintu peron ujung gerbong kereta. 

Jika ternyata kursi prioritas sudah ditempati oleh yang berhak, minta baik - baik ke penumpang lain yang sedang berdiri untuk memberi celah supaya kita jalan ke kursi prioritas lain atau pindah gerbong.

Jika sudah terlanjur masuk melalui pintu peron yang ada di tengah gerbong dan kereta terlalu padat, sehingga kita tidak bisa berjalan ke kursi prioritas, maka mintalah secara baik - baik tempat duduk di kursi yang bukan prioritas alias yang terdekat dengan posisi kita. Jika dibutuhkan, berikan alasan seperti,"kursi prioritasnya penuh", dll. 

Minta bantuan

Minta bantuan ke petugas yang biasanya stand by di gerbong terutama gerbong perempuan jika tidak mendapatkan kursi prioritas. Biasanya sih begitu masuk ke dalam gerbong, saya minta tolong penumpang lain yang sedang berdiri untuk cari tau keadaan di kursi prioritas. Walau ga semuanya, biasanya mereka kooperatif membantu memintakan tempat duduk. Istilahnya nyari temen lah. Syukur syukur jika selama perjalanan ditemani suami atau teman. Bagaimana pun minta tempat duduk buat diri sendiri itu ada unsur ga enaknya. 

Jangan lupa ucapkan terima kasih dan berikan senyuman *ga usah maut - maut amat* ke penumpang lain yang bantu memintakan tempat duduk dan yang memberikan tempat duduk. Sekalian didoakan mudah - mudahan urusannya dipermudah.

Tenang ketika turun


Persiapkan diri ketika mau turun di stasiun tujuan. Biasanya di stasiun yang dekat dengan pusat perkantoran (Genk Sudirman, Cawang, Tebet), pintu peron akan terbuka lebih lama. Jadi tidak usah terburu - buru ikut arus antrian supaya tidak terdorong dengan penumpang lain. 

Semoga tips nya membantu meringankan kegalauan bumil yang masih ragu menggunakan Commuter Line untuk berangkat dan pulang kerja. 

www.febifebriany.com








10 comments

  1. Gerbong wanita itu lbh ganas dr kandang macan ya:p. Makanya klo naik krl sy lbh mlh ke gerbong campuran aja. Para lelakinya lbh tau diri lgsng ngsi tmpt duduk krn liat sy bawa bayi & anak kecil.

    ReplyDelete
  2. Komuter line yg femes bgt desek2annya ya mba. Gbs bayangin kl bawa anak kecil juga

    ReplyDelete
  3. Kalo bawa anak kecil apa juga tetep ngeri mba ?

    ReplyDelete
  4. Speechless liat videonya.. Itulah kenapa aku ga berani naik CL mba :D. Suami jg ga ngizinin soalnya.. Salutlah ama semua anker yg kuat2 dan tangguh :D

    ReplyDelete
  5. Derita bumil yg perutnya msh rata dan kecil trrus ya... tp setiap mmbaca cerita ttg kondisi Krl apalagi gerbong wanita aduuh bikin mulas. Ganas2 rasanya. Klo minta kursi prioritas ada yg nyindir pura2, klo gak minta disindir lg gak sayang bayinya.

    Paling aman emg bawa buku cek kehamilan dr RS. Dan berharap suatu saat nanti dr RS atau dr KRl mengeluarkan kartu/identitas khusus utk bumil shg lbh mudah mdpt pelayanan yg sesuai.

    Go ahead dan ttp semangat mak!!

    ReplyDelete
  6. Aku pun naik Cl mbaa.. hehe.. Nah waktu pas hamil dan sampe skrg aku naik kereta balik itu mba, tp naiknya dari Depok Baru atau Pocin terus keretanya ke Depok lama baru deh jln ke Jkt, biar bisa dapet duduk triknya banyak yg gitu.. hihi.. Jangan2 kita ada di kereta yg sama nih mba :D

    ReplyDelete
  7. Saya dulu pernah nungguin perempuan hamil pingsan di stasiun bogor sampe suaminya datang...horor rasanya

    ReplyDelete
  8. Ada pula ya yg nyinyirin gitu. Duh, mulut ya 😈 Saya naik commuter di jam sibuk udah ga pernah lagi. Hebat, mba. Hamil masih kuat 😁 Sehat2 terus ya, mba 😊

    ReplyDelete
  9. lebih hati-hati lagi disaat sedang hamil...apalgi naik kereta yang penuh sesak

    ReplyDelete

Terima Kasih telah membaca. Boleh banget lho kalau mau tinggalkan komentar, gratis, gak dipungut biaya. Untuk saat ini, komentar dimoderasi. So, komentar spam, link hidup, atau komen gak santai, otomatis terhapus. Ditunggu kunjungannya kembali XOXO.