SKINCARE AMAN UNTUK IBU HAMIL, INGREDIENTS MANA YANG HARUS DIPERHATIKAN

skincare-yang-aman-ibu-hamil


Kalau follow akun socmed saya macam instagram, tahu dong saya baru saja ngelahirin anak kedua bulan Maret kemarin. Selama kehamilan berlangsung, saya agak berhati - hati memilih ingredients di produk skin care.



Sama seperti kehamilan pertama, kali ini pun kulit saya sebenarnya tidak terlalu mengalami permasalahan. Sempat saya coba stop menggunakan skincare di trisemester pertama, kulit malah makin kering dehidrasi. Mana waktu hamil sedang banyak-banyaknya bertemu klien.


Perubahan hawa dari dingin kering AC ke panas jekardah buat kulit makin kucel. Sampai walau tidak secara gamblang salah satu klien pernah nyeletuk, "febi-chan, babynya nanti kayanya laki - laki deh".


Akhirnya balik lagi skin care-an, kulit alhamdulillah membaik kembali. Malah jadi lebih bagus dibanding sebelum hamil. Lebih kenyal dan kinclong. Jadi, mending stop skincare atau lanjut?


Haruskah stop menggunakan skincare ketika hamil?


skincare-yang-aman-ibu-hamil


Bukan hanya makanan dan minuman saja yang dapat terserap oleh tubuh, skincare dan makeup pun dapat terserap tubuh melalui pori-pori dan ada kemungkinan berpengaruh pada janin.


Kurang bijak juga jika memilih untuk berhenti menggunakan skincare hanya karena takut kandungan yang ada dalam produk berpengaruh pada janin. Sementara di luaran sana bisa jadi produk yang aman lebih banyak daripada yang berbahayanya.


Lah, kondisinya juga sama seperti makanan. Masa tok harus berhenti makan, metong dong.


Seperti yang ditulis sebelumnya diatas, saya juga sempet percobaan tidak menggunakan skin care sama sekali, cuma double cleansing dan pakai sunscreen. Hasilnya agak mengecewakan.


Berbekal pengalaman dari kehamilan sebelumnya *cie pengalaman*, kehamilan sebenernya fase dimana kita harus lebih aware dengan kondisi fisik yang terus berubah ditiap bulan. Disaat sedang lemas karena morning sickness, kaki mulai bengkak, perut gatel, endesbrei, eh wajahnya keliatan kusam.


Memanjakan diri salah satunya dengan menggunakan skincare ketika hamil tidak ada salahnya ko. You deserve this, Mama!


Tapi tetap, kita juga harus lebih selektif memilah-milah mana produk skincare yang aman ketika hamil.

Ingredients produk skincare yang harus dihindari saat hamil


skincare-yang-aman-ibu-hamil


Sebelum membahas soal ingredients yang aman dan yang harus dihindari saat hamil, walau udah ditulis di about this blog, saya ingin tegaskan kembali kalau saya ini cuma emak-emak yang doyan segala hal tentang beauty, terutama skincare. Karena tidak memiliki latar belakang pendidikan medis, jadi tidak bisa menggantikan advice dari dokter ya.


Sebenarnya kebanyakan produk yang ada di pasaran itu termasuk dalam kategori aman.


Tapi, dari sekian banyaknya produk yang aman, hanya beberapa ingredients dalam produk skincare yang harus dihindari selama hamil dan menyusui.




Retinoids


Atau yang dikenal juga dengan tretinoins/retinol merupakan suatu kelas obat derivat vitamin A yang efektif bekerja untuk merangsang pergantian sel-sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen.


Biasanya terdapat di produk anti aging.


Retinoid juga sering digunakan untuk mengobati jerawat. Obat jerawat yang mengandung retionid yang terdapat di Indonesia  salah dua merk dagangnya Vitacid dan Mediklin (biasanya ditambah clindamycin) dengan kadar 0.025-0.1%.


Walaupun kandungan yang meresap ke dalam kulit terbilang rendah. Retinoid adalah salah satu ingredient dalam skincare yang direkomendasikan para ahli untuk dihindari oleh ibu hamil.


Benzoyl peroxide


Ketika diaplikasikan, hanya 5% yang meresap ke dalam kulit (sumber : Pubmed). Sampai saat ini belum ada penelitian penggunaan benzoyl peroxide pada ibu hamil yang dipublikasikan.


Tapi untuk menghindari efek yang tidak diharapkan, lebih baik menghindari penggunaan benzoyl peroxide ketika hamil.




BHA (Salicylic acids)


Chemical exfoliate yang biasa ditemui dalam bentuk toner, cleanser dan exfoliate treatment. Salah satu contoh BHA yang banyak terdapat dalam produk skincare yaitu salicylic acids.




Walau hanya sedikit yang dapat meresap ke dalam kulit saat diaplikasikan, tapi karena penggunaan secara oral(ingredient: aspirin) dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan, para dokter menyarankan untuk membatasi atau menghindari penggunaan yang berlebihan pada produk yang mengandung BHA.


Sunscreen


Udah pada tau lah ya fungsi dan urgensinya sunscreen gimana. Terus kalo lagi hamil apa ga boleh pake sunscreen?


Sebenarnya belum ada penelitian yang pasti mengenai ingredients sunscreen yang berbahaya jika dioleskan ke kulit. Tapi, dari penelitian ini dan ini menunjukkan kalo  avobenzone dan oxybenzone lebih baik dihindari saat hamil. Amannya gunakan physical sunscreen, atau yang bahan utamanya titanium dioxide dan zinc oxide. Untuk membedakan chemical dan physical sunscreen bisa dilihat disini.

skincare-yang-aman-ibu-hamil
Kucel banget ya ampun. Belum mandi

So, buat kamu yang sedang hamil, dengan memperhatikan beberapa ingredients skincare diatas, kamu tetap berhak memperoleh kulit yang sehat dan terawat. Rajin riset dan mencari informasi sebanyak mungkin, juga jangan lupa untuk selalu konsultasi pada dokter kandunganmu.
www.febifebriany.com






3 comments

  1. Mba aku bookmark nanti kalau ada temen yang nanya aku arahin kesini aja. Hahaha
    Well, aku selama jadi beauty blogger juga nggak paham masalah begini.. lalu ada temen hamil yang nanya lalu aku bingung karna blm hamil karna nikah aja belum hahahahaa

    Nice post mbaaa ^^

    ReplyDelete
  2. Walaupun belum nikah, infonya berguna banget supaya nnti aku bisa lebih teliti pilih skincare. Thanks mba :)

    ReplyDelete
  3. Aku selama hamil juga stop scin care. Jerawat dibiarin bertumbuh dengan suburnya. Alhasil gembel banget mukanya.

    ReplyDelete

Terima Kasih telah membaca. Boleh banget lho kalau mau tinggalkan komentar, gratis, gak dipungut biaya. Untuk saat ini, komentar dimoderasi. So, komentar spam, link hidup, atau komen gak santai, otomatis terhapus. Ditunggu kunjungannya kembali XOXO.