TIPS IRIT BELANJA SKINCARE ALA FEBI (SKINCARE TIPS & BEAUTY ON BUDGET) - BACK TO BASIC

tips-irit-belanja-skincare-ala-febi-beauty-on-budget


Walaupun saya sangat senang dengan skincare, Alhamdulillah sejauh ini belum pernah impulsif belanja sampai produknya mubazir tidak terpakai. 

Masih sesuai budget dan surprisingly semuanya selalu terpakai dan mudah-mudahan terus seperti itu.

Tips Irit Belanja Skincare dan Makeup




Alhamdulillah saya pernah di posisi punya budget lebih untuk beli beberapa skincare yang "begitulah".

Alhamdulillah saya juga pernah ada di posisi on budget banget, terutama saat SMA, kuliah, kerja serabutan ngefreelance, endesbre endesbre. 


Tapi dimomen itu saya masih bisa merawat kulit. Bagaimana caranya? Simak tips saya berikut ini!


Jadi, 

Saya ngerti banget kalau semua orang pasti ingin bisa merawat kulitnya dengan baik.
Saya juga ngerti banget semua orang punya prioritas keuangannya masing-masing. 
Ya enggak mungkin juga kan maksain beli beauty products tapi harus ngemil beras tiap hari. 

Back to basic


Sebelum bicara tips ngebudget skincare product, saya mau bahas back to basic yang sedang saya berusaha terus saya lakukan saat ini.

Basic disini bukan basic skincare yang umum diketahui orang-orang.
Arti basic disini merawat diri dengan memprioritaskan apa yang paling penting menurut saya.

Di luaran sana banyak banget cara, tahapan, langkah bagaimana mereka merawat kulit.
Ada yang merawat kulit sampai 10 langkah skincare routine, ada juga yang cuma 3 langkah.
Bagi saya, cukup rawat kulit sesuai dengan kebutuhannya.

Ada tiga hal yang saya pertimbangkan ketika membeli skincare products.

1. Apa saya benar-benar akan pakai rutin tiap hari atau beberapa kali seminggu?
2. Apakah saya mempunyai produk yang fungsinya sama dan jika iya, kenapa harus diganti?
3.  Apakah produk ini akan bekerja dengan baik di kulit saya?

Tiga pertanyaan ini benar-benar saya terapkan kalau sudah tergoda banget dengan salah satu produk. 

Jika tidak lolos dari tiga pertanyaan ini, biasanya produk tersebut saya masukan ke skincare wishlist yang nantinya akan saya pertimbangkan ketika produk yang sedang dipakai akan segera habis.

Sama seperti makeup, mungkin kalian sudah pada tahu lah ya kalau produk skincare itu ada masa kadaluarsa. Atau malah enggak tahu kalau makeup juga ada masa kadaluasanya?

eeerrr...

Tiap produk skincare biasanya ada logo yang bentuknya jar terbuka bertuliskan 6m, 8m,12m yang menunjukan berapa bulan produk tersebut dapat disimpan atau dipergunakan setelah dibuka. 


tips-irit-belanja-skincare-ala-febi-beauty-on-budget

Imho, kalau kita pakai produknya setiap hari atau seminggu dua kali, enggak perlu dong nyimpan produknya lebih lama dari tenggat waktu yang ditentukan.

Anggaplah produk skincare itu makanan, enggak mungkin kan kulit kita makan sesuatu yang sudah kadaluarsa.

So, stop nimbun skincare! karena mereka punya masa kadaluarsa.

Kalau saya sudah tidak pakai produknya lebih dari dua minggu, biasanya saya kasih ke suami, sodara atau alih fungsikan. Untuk masalah ini, saya akan buat postingan khusus ya. Insya Allah.

Makanya, itu salah satu alasan kenapa penting banget hanya punya produk yang benar-benar dibutuhkan. Itu juga (mudah-mudahan) akan menyelamatkan isi saldo atm dan ancaman ngemil beras tiap hari. 

Fokus ke rutinitas bukan produk


Saya sebenarnya males kalau ada yang tanya diawali dengan kalimat "produk apa yang bagus untuk blablabla".

Jujur, karena satu dan lain hal saya pernah ada dalam posisi enggak ada budget untuk beli skincare. Tapi saya tetap dapat melakukan skincare routine sesuai dengan kebutuhan kulit. 

Caranya?  Handmade skincare. (Please komen kalau ada yang tertarik sama bahasan ini, saya mau buat postingan khusus kalau ada yang tertarik). 

Sekarang sih, karena kesibukan lebih memilih untuk beli ajah

Tapi, the point is please, fokus ke kebiasaan merawat wajah bukan produknya. Produk skincare itu sekarang sudah beragam, bahkan brand lokal punya pun sekarang tidak kalah bagus. 

Namanya produk juga cocok-cocokan. Percuma juga jika memaksakan beli satu produk yang mahal, begitu habis tidak dilanjut kebiasaan skincare-annya. 

Memang ada harga ada kualitas, tapi mahal bukan jaminan. Bisa jadi, produk yang "lebih murah" itu cocok di kulit kamu. 

Beli produk yang sekiranya sesuai dengan budget, yang kalau dipakai enggak dieman-eman. Karena percuma kalau pakai produk tapi enggak sesuai dengan takarannya. 

Beli produk yang begitu habis enggak mikir banyak buat beli penggantinya yang baru.

Yang paling penting rutin dan konsisten.



Kenali kebutuhan kulit sendiri


Siapa disini yang rajin baca review produk terus imannya goyah buat beli produk tsb?

Sering kali karena ada yang ngeracun produk A, terus cari-cari reviewnya ternyata bagus, akhirnya ikutan beli. 

Padahal kulit enggak perlu-perlu amat produk itu. Malah begitu dipakai, hasilnya ko biasa saja. 

Badewey, ini sebenernya salah satu alasan kenapa saya agak on off ngeblog, terutama ngereview produk. Padahal list produk yang udah bisa direview banyak, draft udah beberapa yang pending. 

Walaupun sudah ada disclosure tentang blog ini, enggak tahu kenapa saya merasa harus sedikit insight dulu. 

Apalagi beberapa kali saya sempet dapat email curhat kemakan racun beli produk yang banyak direview bagus sama orang, eh di dia malah jadi breakout. Walaupun review bukan  berasal dari blog ini, tapi saya merasa ditampar. Jadi ya ngerasa enggak bisa asal-asalan ngereview.

Masih enak ditampar duwit bu Dendi.
Back to topic, kebutuhan kulit orang berbeza-beza. Tipe kulit dan skingoal-nya pun berbeda-beda pula.

Jadi sebelum menentukan produk mana yang akan dibeli, kenali dulu jenis kulit dan kebutuhan kulitmu apa. Karena enggak ada namanya produk ajaib yang bisa menyelesaikan semua permasalahan kulit. 

Beauty budget


Setelah tahu kebutuhan kulit dan pentingnya rutinitas merawat kulit. Mulailah ke pembahasan budget. 

Murah atau mahal itu suatu produk itu sebenarnya relatif. Yang paling penting, berapa budget yang bisa kita anggarkan setiap bulannya untuk membeli skincare?

Setelah menetapkan anggaran, baru deh hunting produk yang sesuai kondisi kulit. Enggak perlu langsung beli satu set dan full size semua. Satu-satu ajah, inget anggaran. 

Baca juga: Inilah 4 kebiasaan menggunakan skincare yang harus dihindari

Saya punya kebiasaan bikin skincare wishlist. Di list tsb saya bagi sesuai kategori jenis produk dan tulis juga detail harga dan dimana belinya. Setelah dilist biasanya saya sortir lagi sesuai budget bulanan. 

Pertjaja deh, setiap bulannya saya bisa hanya beli satu produk atau tidak sama sekali. Tergantung produk yang lagi dipakai sudah habis atau enggak. Patokannya tiga pertanyaan diatas. Kalau enggak beli, biasanya budget skincare diakumulasikan ke bulan selanjutnya. 

Saya juga seneng banget ngumpulin ukuran travel size atau sample produk skincare. 

Fyi, saya jarang banget beli eye cream ukuran full size, lebih seneng beli sample atau travel size karena itu juga lama banget habisnya. 

Selain untuk travelling, produk travel size berguna banget kalau saya mau patch test coba produk baru. Daripada rugi beli fullsize dan ternyata enggak cocok, beli travel sizenya dulu ajah.

Dalam menetapkan anggaran juga harus pilih-pilih, produk mana yang harus spulrge, produk mana yang bisa disteal. Contohnya sunscreen dan facial wash, saya lebih memilih steal kedua produk tsb karena intensitas dipakainya lebih sering dibanding produk skincare lain. 

Punya tips budget skincare lain? Boleh dishare di kolom komentar.


www.febifebriany.com





No comments

Terima Kasih telah membaca. Silahkan tinggalkan komentar, gratis. Untuk saat ini, komentar dimoderasi. So, komentar spam, link hidup, atau komen nge-gas, otomatis terhapus. Ditunggu kunjungannya kembali XOXO.