REVIEW: ESTETIDERMA SKINCARE


review-estetiderma-skincare

Apakah yang terlintas saat mendengar skincare dari klinik? “Bikin ketagihan”? “Harus satu set?”. Saat masih jadi acne fighter, aku pernah berhubungan dengan klinik kecantikan, tentu atas suruhan dan pengawasan mama. Tapi masih on off, karena tadi, takut ketagihan dan sumber keuangan masih dari orang tua, malu mintanya. Setelahnya, aku lebih sering pakai produk OTC sampai beautynesia menawarkan aku untuk mencoba beberapa produk dari Estetiderma skincare.

Bagaimana pendapatku tentang produknya Estetiderma? Apa bisa bikin ketagihan? Simak sampai akhir ya.



Apa itu Estetiderma skincare?


Berawal dari klinik perawatan dan kecantikan kulit berbasis medis yang didirikan oleh dr. FX Hanny Suwandhani, Sp. KK dari tahun 1997. Dengan slogan "Medical Skin Peel Specialist" Estetiderma bukan klinik sembarangan karena dioperasikan langsung oleh Dokter spesialis. Produk yang digunakan pun ada yang harus menggunakan resep dan terbatas hanya pada konsumen yang sedang melakukan treatment di klinik dan ada juga beberapa range produk yang bisa digunakan tanpa resep dokter.


Apakah skincare dokter bikin ketagihan?


Dulu aku percaya dengan mitos kalau skincare dari dokter atau klinik itu bikin ketagihan dan kondisi kulit akan kembali ke awal atau lebih buruk kalau enggak rutin dilanjut. Apakah benar mitos ini?

Bagaimanapun, skincare itu sama seperti perawatan lain pada umumnya.

Misal, kalau kita rutin olahraga, badan jadi sehat, (mungkin) otot juga perlahan akan jadi terbentuk. Setelah badan terbentuk, pasti kita harus maintain dengan olahraga rutin lagi. Ya masa otot kaya batu enggak akan letoy lagi kalau kita enggak rutin olahraga kembali.

Makan pun sama, apa dengan sekali makan kita bakal merasa kenyang sampai 365 hari?

Tencyu sadja tydac kan.

Begitu juga dengan perawatan kulit. Apapun bentuknya, mau produk skincare OTC atau dari dokter tidak akan membuat ketagihan. Jika stop menggunakan skincare apapun, kemudian kulit juga tidak dirawat dengan baik, jangan harap hasilnya akan wow emejing. Kecuali jika memang kulitnya sudah badak darisananya.

Jadi bukan ketagihan namanya ya, Sistah-sistah.

SKIN REFINING SERUM


review-estetiderma-skincare

Produk pertama yang aku coba yaitu, Skin Refining Serum. Dari webnya serum ini diformulasikan untuk mengatasi permasalahan kulit, seperti kusam,  bekas jerawat, hingga tanda penuaan.

Oke, aku kira ini akan menjadi brightening serum biasa, ternyata serum ini merupakan acid serum yang mengandung AHA yaitu Glycolic Acid yang tinggi banget, 10,5%. Bisa dibilang menurutku produk ini merupakan pengejawantahan dari slogannya estetiderma, “Medical Skin Peel Specialist”.

Dari segi packaging, layaknya produk acid dan serum, acid serum ini dikemas dengan botol kaca dan tutup pipet. Dengan isi 15ml serum ini dihargai Rp, 67.100. Serum ini juga sudah terdaftar BPOM dengan nomor NA18160100521.

review-estetiderma-skincare

Mungkin yang sedikit membingungkan adalah dari packaging tertulis pH 5,5 sementara AHA bisa dikatakan bekerja dengan aman dan efektif jika pHnya kurang dari 4. Sayangnya aku enggak bisa tes pHnya karena alat pengukur pHku dioprek anak-anak sampai tidak berfungsi. *Aku bakal update lagi soal pHnya setelah beli alatnya yang baru.

Tapi untuk kebutuhan review *ya masa atuh direview tapi enggak dicoba produknya, aku coba patch test di rahang dan kebetulannya di daerah tsb ada satu dua tiga jerawat yang bisa aku totol dengan serum ini.

Hasilnya, seperti yang aku sudah perkirakan, walau hanya ditotol saja, rasanya tingling banget. Sensasinya mirip seperti chemical peeling di klinik kecantikan. Setelah dioles, aku hanya bisa diamkan sekitar 1-2 jam kemudian dibersihkan dan lanjut skincare lain yang hydrating. Walaupun singkat, besoknya jerawatnya cepat matang dan kering.

Tapi aku tidak merekomendasikan serum ini untuk yang baru memulai pakai acid/exfoliate product. Ada baiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Sama seperti acid product lainnya, jika digunakan secara rutin, dapat membantu menyamarkan hingga menghilangkan flek bekas jerawat dan membantu mencegah dan mengurangi tampilan tanda-tanda penuaan, seperti kerut dan keriput.

Jangan lupa, kalau sudah berkenalan dengan acid product wajib fardlu ain hukumnya untuk pakai sunscreen ya, Sistah.

PURIFYING FACIAL CLEANSER


review-estetiderma-skincare

Produk kedua yang aku coba adalah Purifying Facial Cleanser. Dari segi packaging, aku suka banget, terkesan bersih dan profesional. Kemasannya cukup kokoh dengan tutup yang harus diputar alias tutup ulir jadi enggak gampang bocor dan travel friendly.

review-estetiderma-skincare

Tekstur dari cleansernya thick tapi lumayan runny. Walau begitu kita harus menekan kemasannya, supaya dapat mengontrol jumlah cairan yang keluar dari kemasan. Jadi jangan dikocok kaya botol kecap ya, Sistah.

Busa yang dihasilkan lumayan banyak dan tidak meninggalkan kesan licin atau ketarik setelah dibilas. Kesan licin dan ketarik ini seringkali buat aku dan suami beda aliran saat beli cleanser. Suami kurang begitu suka cleanser yang masih terasa licin walau sudah dibilas “lima galon air”, aku kurang begitu suka cleanser yang bikin kering dan ketarik-tarik. Untuk cleanser ini, aku dan suami satu aliran. Kalau kamu aliran yang mana?

Purifying Facial Cleanser ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 73.700 di klinik Estetiderma dan Estetiderma Online.

Ada yang sudah pernah pakai skincare dari ESTETIDERMA? Share pendapatmu tentang brand perawatan kulit ini karena aku sendiri lumayan penasaran pengen mampir ke kliniknya untuk konsultasi lebih banyak.
Untuk informasi lebih lanjut tentang ESTETIDERMA® atau mungkin mau membeli produk perawatan kulitnya, bisa pesan langsung via whatsapp 0878 8823 7001. Check juga website mereka dan ikuti instagram mereka di @estetiderma.
www.febifebriany.com

No comments

Terima Kasih telah membaca. Silahkan tinggalkan komentar, gratis. Untuk saat ini, komentar dimoderasi. So, komentar spam, link hidup, atau komen nge-gas, otomatis terhapus. Ditunggu kunjungannya kembali XOXO.